Rental Mobil ACR Pekanbaru : Berdasarkan data Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modan Asing Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Dumai, Riau, sejak 2001 hingga akhir 2010, nilai realisasi investasi di kota itu mencapai Rp28 triliun.
Kepala Disperindag Kota Dumai, Djamalus, kepada ANTARA di Dumai, Senin, mengatakan, jumlah nilai realisasi investasi tersebut bersumber dari 78 investor baik asing maupun dalam negeri dengan ragam bidang usaha, mulai dari perkebunan kelapa sawit dan pabrik pengolahan kelapa sawit, industri minyak goreng, jasa penyimpanan tangki timbun, industri perakitan komputer, dan developer, serta bidang usaha lainnya.
Djamalus menerangkan, ke 78 investor tersebut rata-rata memiliki kapasitas industri atau produksi internasional dengan pangsa pasar dunia.
"Dari grafik per tiga tahunnya, pertumbuhan investasi di Kota Dumai cukup signifikan walau dengan jumlah investor tetap atau tidak bertambah karena rata-rata investor kita merupakan investor berkelas dunia," terangnya.
Data Disperindag menyebutkan, keberadaan 78 investor tersebut setidaknya telah mampu mempekerjakan sedikitnya 65 ribu tenaga kerja Indonesia dimana sekitar 50 persennya merupakan warga Kota Dumai.
Sementara untuk tenaga kerja asing yang berasal dari berbagai negara di Asia dan Eropa hanya ada sekitar 400 orang.
Djamalus dalam perbincangan diruang kerjanya mengharapkan di tahun 2011 ini pemerintah pusat dapat memberikan dana anggaran lebih untuk Dumai.
Dana tersebut dikatakan Djamalus nantinya akan dialokasikan keberbagai kegiatan pengembangan dan pembangunan Kota Dumai agar lebih diminati investor terutama pada bidang usaha industri perminyakan.
"Dumai masih banyak yang harus diperbaiki dan dibangun serta ditata, baik itu infrastruktur, jalan dan bangunan, maupun perindustriannya. Dan untuk semua ini, kita harus mendapat kucuran dana lebih dari pemerintah pusat," paparnya.
Wali Kota Dumai, Khairul Anwar mengakui selain kucuran anggaran yang minim, pembangunan Dumai juga terhambat oleh banyaknya tanah atau lahan konsesi sehingga investor yang hendak menanamkan modalnya kesulitan dalam mencari lahan usaha dan industri.
"Sejauh ini kita bersama rakyat masih terus memperjuangkan pembebasan lahan konsesi di Kota Dumai, terutama yang telah ditempati oleh warga Dumai," ringkasnya.
Kepala Disperindag Kota Dumai, Djamalus, kepada ANTARA di Dumai, Senin, mengatakan, jumlah nilai realisasi investasi tersebut bersumber dari 78 investor baik asing maupun dalam negeri dengan ragam bidang usaha, mulai dari perkebunan kelapa sawit dan pabrik pengolahan kelapa sawit, industri minyak goreng, jasa penyimpanan tangki timbun, industri perakitan komputer, dan developer, serta bidang usaha lainnya.
Djamalus menerangkan, ke 78 investor tersebut rata-rata memiliki kapasitas industri atau produksi internasional dengan pangsa pasar dunia.
"Dari grafik per tiga tahunnya, pertumbuhan investasi di Kota Dumai cukup signifikan walau dengan jumlah investor tetap atau tidak bertambah karena rata-rata investor kita merupakan investor berkelas dunia," terangnya.
Data Disperindag menyebutkan, keberadaan 78 investor tersebut setidaknya telah mampu mempekerjakan sedikitnya 65 ribu tenaga kerja Indonesia dimana sekitar 50 persennya merupakan warga Kota Dumai.
Sementara untuk tenaga kerja asing yang berasal dari berbagai negara di Asia dan Eropa hanya ada sekitar 400 orang.
Djamalus dalam perbincangan diruang kerjanya mengharapkan di tahun 2011 ini pemerintah pusat dapat memberikan dana anggaran lebih untuk Dumai.
Dana tersebut dikatakan Djamalus nantinya akan dialokasikan keberbagai kegiatan pengembangan dan pembangunan Kota Dumai agar lebih diminati investor terutama pada bidang usaha industri perminyakan.
"Dumai masih banyak yang harus diperbaiki dan dibangun serta ditata, baik itu infrastruktur, jalan dan bangunan, maupun perindustriannya. Dan untuk semua ini, kita harus mendapat kucuran dana lebih dari pemerintah pusat," paparnya.
Wali Kota Dumai, Khairul Anwar mengakui selain kucuran anggaran yang minim, pembangunan Dumai juga terhambat oleh banyaknya tanah atau lahan konsesi sehingga investor yang hendak menanamkan modalnya kesulitan dalam mencari lahan usaha dan industri.
"Sejauh ini kita bersama rakyat masih terus memperjuangkan pembebasan lahan konsesi di Kota Dumai, terutama yang telah ditempati oleh warga Dumai," ringkasnya.
0 komentar:
Posting Komentar