Direktur Pemasaran Perum Perumnas Teddy Robinson menyatakan pihaknya mengincar pendapatan senilai Rp 1,02 triliun tahun depan. Sedangkan laba ditaksir berkisar Rp 55-60 miliar.
Manajemen Perumnas meyakini sebagian besar pendapatan atau mencapai 70 persen berasal dari penjualan rumah sederhana tapak. Pihaknya memproyeksikan penjualan sebanyak 13 ribu unit rumah sederhana tapak sepanjang 2011.
"Pendapatan perumnas hingga Senin (27/12/2010) telah mencapai Rp 770 miliar. Kami optimistis sampai akhir 2010 pendapatan bisa di atas Rp 800 miliar, setidaknya sesuai dengan target tahun ini," paparnya, di sela refleksi kinerja Kementerian Perumahan Rakyat (Ke-menpera) di Jakarta, Selasa (28/12/2010) lalu.
Manajemen Perumnas meyakini sebagian besar pendapatan atau mencapai 70 persen berasal dari penjualan rumah sederhana tapak. Pihaknya memproyeksikan penjualan sebanyak 13 ribu unit rumah sederhana tapak sepanjang 2011.
"Pendapatan perumnas hingga Senin (27/12/2010) telah mencapai Rp 770 miliar. Kami optimistis sampai akhir 2010 pendapatan bisa di atas Rp 800 miliar, setidaknya sesuai dengan target tahun ini," paparnya, di sela refleksi kinerja Kementerian Perumahan Rakyat (Ke-menpera) di Jakarta, Selasa (28/12/2010) lalu.
Dia mengungkapkan, kinerja keuangan Perumnas selama tiga tahun terakhir cenderung tumbuh. Pada 2007, Perumnas berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp 210 miliar dengan rugi bersih Rp 60 miliar.
Kinerja keuangan perseroan juga menunjukkan kian membaik memasuki 2008 dengan pendapatan Rp 450 miliar dengan laba Rp 20 miliar.
"Pendapatan Perumnas kembali tumbuh tahun lalu menjadi Rp 650 miliar dengan laba Rp 30 miliar. Kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan akan terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan," jelas Teddy. Sepanjang 2010, Perumnas optimistis berhasil menjual sebanyak 11 ribu unit rumah.
tribunnews.com
0 komentar:
Posting Komentar